Taman Nasional Komodo Akan Ditutup? Wacana Yang Berdampak Buruk Bagi Sektor Pariwisata

661
Taman Nasional Komodo Akan Ditutup
Wacana penutupan taman nasional komodo (image source : travel-dream)

Rencana Taman Nasional Komodo Akan Ditutup Selama 1 tahun oleh Viktor Bungtilu Laiskodat, Gubernur NTT. Namun Menpar Arief Yahya mengatakan bahwa itu tidak relevan.

Sebagaimana diungkapkan oleh Menpar Arief Yahya di Gedung Sapta Pesona, Selasa malam (29/1/2019) selepas acara launching Calender of Event Banyuwangi.

“Taman Nasional komodo dari pak JK jelas, tidak relevan, sama kayak pak JK (Jusuf Kalla). Masa beda sama pak JK. Pak JK bilang tidak relevan menutup komodo dan industri menolaknya,” ujar Arief.

Meski masih dalam tahap wacana, Arief menyoroti bahwa hal itu bisaa menciptakan ketidak pastian di sektor pariwisata. Hal tersebut tidak baik untuk bisnis pariwisata beserta para stakeholdernya.

Lihat Juga:  Ekspektasi VS Realita, Ilusi Optik ala Pura Lempuyang Bali. Turis Asing Merasa Tertipu

“Jadi begini di dalam bisnis terutama service kepastian jadi hal utama. Jika ada isu ditutup travel operator dan travelĀ agent tidak ada yang berani bergerak. Mengerti gak itu? Karena kalau dia bergerak mengiklankan ujug-ujug ditutup gimana? Siapa yang mau tanggung jawab?” terangnya.

Selain isu penutupan, ada juga isu kenaikan harga tiket hingga puluhan kali lipat

Selain isu wacana penutupan Taman Nasional Komodo, Arief juga menanggapi perihal wacana kenaikan tiket masuk Taman Nasional Komodo yang dirasa banyak orang terlalu mahal. Wacana tersebut dirasa dapat menimbulkan ketidak pastian seperti wacana penutupan Taman Nasional Komodo selama setahun.

“Untuk dinaikkan yang tadinya setara dengan 10 USD jadi 500. Kamu jadi travel agent travel operatour berani gak jual ke orang lain? Gak berani. Kenapa? Ketika kamu jual 10 kamu iklankan yang ngomong itu bos besar kalau kejadian beneran gimana? Lalu apa yang terjadi, industri berhenti. Maka saya senang sekali, untung yang ngomong pak JK,” ujar Arief.

Lihat Juga:  Niatnya Sih Mau Lihat Negeri di Atas Awan Gunung Luhur, Eh.. Malah Dapat Ini

Turis Asing Melirik Pulau Komodo Sebagai Destinasi Wisata

Terkait konservasi Taman Nasional Komodo, Arief pun sama sekali tidak mempermasalahkannya. Yang dimasalahkan adalah ketidakpastian yang akan terjadi akibat wacana-wacana yang dilontarkan Gubernur Viktor.

“Itu tak ada masalah, tetapi kepastian yang lebih penting, kapan penjadwalan dan sebagainya tidak serta merta kita ngomong tarif akan dinaikkan 50 kali, tiba-tiba ditutup, besok apa lagi? Tidak boleh, di dalam industri tidak boleh ada ketidakpastian,” ujar Arief.

Lebih lanjut, Arief menyoroti akan kewenangan pusat atas Taman Nasional Komodo. Ditegaskan oleh Arief, bahwa Taman Nasional Komodo tak akan ditutup.

“Ya pak JK itu, tidak akan ditutup dan kewenangan taman nasional itu ada di mana? Ada di pusat,” tutup Arief.

Lihat Juga:  Lombok Gempa Lagi! Turis Lebih Takut Teroris Daripada Gempa

Sampai saat ini, rencananya KLHK bersama stakeholder terkait akan menggelar pertemuan untuk membahas rencana penutupan Taman Nasional Komodo yang sudah jadi perbincangan. Aktivitas di Taman Nasional Komodo hingga kini masih berjalan seperti sedia kala.