Niatnya Sih Mau Lihat Negeri di Atas Awan Gunung Luhur, Eh.. Malah Dapat Ini

204
Negeri di Atas Awan Gunung Luhur
Negeri di Atas Awan Gunung Luhur (Foto: Warta Kota/Andika Panduwinata)

Gunung Luhur di Lebak – Banten tak lama ini mendadak trending karena keindahannya.

Para wisatawan lokal lalu berbondong-bondong datang ke negeri di atas awan itu dan kemacetan panjang pun tak terhindarkan.

Gunung Luhur yang mulai di juluki “Negeri di atas awan” itu bertempat di Desa Citorek Kidul, Kec. Cibeber, Kab. Lebak, Banten.

Lokasinya masih termasuk di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Gunung Luhur ini hanya berketinggian 901 Mdpl.

Tidak terlalu tinggi memang jika dibandingkan gunung-gunung populer lain di jawa, namun pemandangan yang disajikan sangatlah indah.

(Foto: Bilik Jasinga)

Saking indahnya, hingga jadi viral di medsos karena nampak seperti sebuah negeri di atas awan.

Lihat Juga:  Humas BNPB: Embun Salju Kawasan Dataran Tinggi Dieng Normal Saat Kemarau

Untuk mencapai wisata alam negeri di atas awan Gunung Luhur Banten membutuhkan waktu sekitar 2 setengah jam dengan jarak tempuh sekitar 80Km dari Ibukota Lebak Rangkasbitung.

Melewati rute dari Rangkasbitung menuju ke Cipanas -> Lebak Gedong -> Citorek lalu kemudian ke Gunung Luhur.

Kamu dapat melaluinya dengan kendaraan bermotor roda 2 atau roda 4 untuk mencapai puncak Gunung Luhur tanpa perlu letih mendaki.

Untuk dapat masuk ke kawasan puncak Gunung Luhur wisatawan dikenakan tarif Rp 5.000

Di puncak gunung juga kamu bisa menginap loh, tinggal membawa tenda saja dan membayar biaya sewa lahan Rp 30.000 per malam.

Bagi yang tidak membawa tenda jangan khawatir karena disni juga ada tempat penyewaan tenda dengan biaya Rp 100.000 berkapasitas empat orang.

Lihat Juga:  Konsep Forest City Akan Diterapkan Pada Ibu Kota Baru

Kemacetan Panjang-pun Terjadi?

Sayangnya sangking trendingnya, animo pengunjung pun membludak.

Sampai pada akhir pekan kemarin, ramai di medsos video dan foto-foto kemacetan parah menuju ke tempat wisata negeri di atas awan Gunung Luhur tersebut.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by × (@tangerangxkeras) on Sep 23, 2019 at 7:16am PDT

Ada banyak kendaraan roda 2 dan roda 4 memadati jalurnya. Bahkan ada beberapa pengendara yang terlihat keluar dari kendaraan dan beristirahat.

Pengunjung yang mau ke puncak gunungnya juga harus antri. Antrian yang panjang pun tak terhindarkan.

Kemacetan panjang tak terhindarkan
Kemacetan panjang tak terhindarkan (Foto: KOMPAS/ACEP NAZMUDIN)

Para netizen menyarankan sebaiknya diberlakukan aturan pembatasan pengunjung. Sebab jika sudah macet dan ada banyak pengunjung,

Lihat Juga:  Api Asian Games Singgah Di Sleman, Diharapkan Bisa Meningkatkan Jumlah Wisatawan

boleh jadi bakal membuat tanahnya rusak belum lagi persoalan sampah yang bakal berserakan di mana-mana.