4 Fakta Unik Raja Ular Rimba Kalimantan Yang Tewas Terbakar Akibat Kebakaran Hutan

1583
Ular Rimba Kalimantan Yang Tewas Terbakar Akibat Kebakaran Hutan
(Foto:facebook Johan Michael Median Pasha)

Kebakaran hutan tak hanya berdampak pada manusia saja, di Indonesia sendiri kebakaran hutan yang melanda pulau sumatera dan kalimantan ini juga menyebabkan banyak satwa liar mati hangus terbakar.

Hal yang tak kalah heboh terjadi di Kalimantan, terbakarnya hutan menyebabkan si raja ular di belantara Borneo yang termasuk satwa langka, hangus terbakar.

Berikut ini beberapa fakta unik si raja ulat borneo yang HMC rangkum dari berbagai sumber:

1. Untuk menarik mangsanya ular ini kerap meniru suara hewan lain.

ular kalimantan mati terbakar 2
(Foto:facebook Johan Michael Median Pasha)

Ular ini sangat langka. Dia mamampu meniru suara hewan lain untuk mencari mangsa misalnya seperti suara rusa, orang hutan, dan bahkan suara burung.

Di masa lampau dalam mencari mangsanya, seperti babi hutan, rusa, harimau dahan dan hewan lainnya predator melata itu dapat menirukan suara rusa,orang utan atau suara burung untuk menarik perhatian mangsanya.

Kepalanya terkadang menjuntai kebawah bawah sementara ekornya dikaitkan di atas dahan pohon besar untuk melahap mangsanya.

2. Raja ular langka ini disebut juga sebagai Anaconda Indonesia

(Foto:facebook Johan Michael Median Pasha)

Ular korban kebakaran itu berjenis piton yang selama ini kerap dijuluki sebagai Anacondanya Indonesia.

Sebagaimana terungkap dari foto yang di bagikan Johan Michael Median Pasha pada account Facebooknya.

Pada foto itu terlihat seekor ular piton berukuran besar tewas mengenaskan. Sekujur kulitnya hangus menghitam karena terbakar.

Bangkai raja ular itu didapati di sekitar belakang sekolah SMA 1 MHS, Samuda, Kotawaringin Timur.

Diprediksi, ular yang panjangnya kurang lebih 10 meter itu terkena bara api yang melahap hutan dan lahan setempat pada 12 September lalu.

3. Hewan Melata berjenis Ular, adalah yang paling banyak mati karena kebakaran hutan

Banyak satwa liar yang mati karena kebakaran hutan dan lahan.

Hal ini diungkap oleh Rihel, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotawaringin Timur, Terjadinya kebakaran hutan dan lahan jadi bencana bagi satwa liar yang menghuni hutan belantara Indonesia.

Hewan melata Ular paling banyak mati sebab gerakan satwa ini lambat dibanding binatang jenis lainnya, sehingga dia tak mampu menyelamatkan diri dari kepungan kebakaran lahan yang luas.

4. Kerap dianggap mahluk astral oleh masyarakat setempat.

(Foto: Antara News)

Kita sangat sedih mengetahui ular langka tersebut harus mati hangus terbakar karena kebakaran hutan.

Banyak orang mengira bahwa ini mahluk astral atau tak kesat mata. Hal itu diceritakan secara lisan oleh suku Dayak di pedalaman hutan Kalimantan.

Hal itu dipatahkan saat sosok aslinya terungkap akibat kebakaran hutan. Ternyata memang benar-benar masih ada dan nampak bentuk fisik legenda ular jenis Phyton yang kerap diceritakan sebagai raksasa ular “Tangkalaluk”.

Ular ini punya kemiripan dengan Anaconda yang ada di belantara benua lain yakni hutan hujan tropis Amazon.