Video Viral Cikidang Hunting Resort, Wisata Berburu Satwa di Sukabumi

259
Cikidang Hunting Resort Sukabumi
Ilustrasi Wisata Berburu Liar (Foto: foxhallresort.com)

“Ini Liburan Dari Neraka” Adalah sebuah narasi pembuka dari sebuah video yang sempat viral di instagram. Daerah Cikidang Sukabumi pun turut sebut-sebut.

Video viral tersebut dipopulerkan oleh akun @animalstoriesindonesia, akun tersebut menyoroti kegiatan wisata bertema berburu dengan topik “Ini Liburan Dari Neraka” pada awal video.

“Wisata berburu? Wisata tanpa berburu akan jauh lebih baik. Kita bisa melihat uniknya tingkah laku binatang di alam liar, ketimbang setumpuk bangkai yang berada belakang mobil pick up. SHOOT A SELFIE, NOT ANIMALS!!! Salam Lestari. Tetap Selamatkan Satwa Indonesia,” ungkap akun itu dalam text yang menyertai video.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Animal Stories Indonesia (@animalstoriesindonesia) on

Pada bagian akhir tulisan itu, terdapat pula posting link sebuah halaman petisi di Change.org. Petisi itu berisi permintaan agar Pemerintah daerah setempat menutup aktifitas wisata berburu di Cikidang Hunting Resort. Postingan tersebut telah dapat view lebih dari 25.000 kali.

Dari hasil Penelusuran dan pemantauan pada video, Cikidang Hunting Resort beralamat di Jalan Raya Cikidang, Kab.Sukabumi, Jawa Barat. Saat coba di konfirmasi, admin @animalstoriesindonesia mengatakan bahwa mereka cuma membantu membagikan postingan dari akun IG @flight_protectingbirds.

“Kita hanya membantu repost postingan mereka itu, nanti coba kita bantu cari kontak adminnya” ujar seorang admin IG @animalstoriesindonesia bernama Defron melalui aplikasi WA.

Ditelisik lebih jauh, akun @flight_protectingbirds memang menampilkan video itu dengan judul, “Liburan dari neraka”. Satwa terus menunggu giliran mereka mati. Bebek, babi hutan, Ayam, kambing, dan satwa-satwa lainnya semuanya dijejalkan ke ruangan kecil. Mereka tidak bisa sembunyi atau lari. Bangkai mereka dijadikan piala untuk para turis. Ayo kita akhiri wisata berdarah tersebut. Bergabunglah bersama kami agar Bupati Sukabumi mau menutup Cikidang Hunting Resort!”.

Apakah tuduhan terhadap Cikidang Hunting Resort tersebut memang sudah sesuai kenyataan?

Owner Cikidang Hunting Resort, Bobby Handoko dengan lantang menolak jika dikatakan pihaknya telah sewena-wena memperlakukan binatang buruan yang ada di tempat wisata miliknya.

Justru dengan adanya resort itu efektif mengurangi kegiatan perburuan liar yang tak terkendali.

“Kegiatan berburu seperti Cikidang Resort itu jika di negara lain agar pemburu tidak nembak di hutan liar yang bakal otomatis akan berdampak mengurangi populasi satwa di alam liar.

Yang kita hunting di cikidang resort adalah satwa yang sudah kami ternakkan. Atau babi hutan kita beli dari petani sebab dianggap sebagai hama pertanian/kebun,” ujar Owner Resort tersebut.

Ia juga menuturkan kalau di Indonesia terdapat banyak orang yang memiliki hobi berburu. Namun aturan soal perburuan sendiri masih belum maksimal. Dengan adanya Cikidang Hunting Resort itu pun disebutnya untuk mengakomodir orang-orang yang hobi berburu tanpa harus jadi pemburu di alam liar.

“Jika menembak babi hutan bisa sampai puluhan dan ratusan peluru atau selama peluru masih ada hajar terus.

Nah hal seperti ini yang sebenarnya tidaklah perlu, harusnya dibatasi beberapa saja. Meskipun babi hutan kita anggap hama, namun kan tetap hewan liar yang tidak sepatutnya dihabisi.

Jika di luar negeri hal tersebut dilarang,” ungkapnya.

“Jadi salah besar jika di dikatakan kami menyiksa binatang. Justru resort seperti ini dibutuhkan agar mengurangi pemburu untuk berburu di alam liar. Karena faktanya kegiatan perburuan tidak bisa dilarang ataupun dihentikan, itu telah menjadi bagian dari hobi atau life style.

Apa bedanya dengan aktifitas memancing?

Ikan juga hewan kan. Apakah kolam pemancingan harus ditutup juga? Masa mau standar ganda, ikan boleh dipancing namun binatang lain nggak boleh” ungkapnya.